Pertambahan Penduduk Masih Mengkhawatirkan

JAKARTA, bkkbn online
     Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengklaim telah sukses menekan laju pertumbuhan penduduk di Indonesia.  Pada 1970-an jumlah penduduk berkisar 100 juta dengan pertumbuhan 2 juta per tahun, sementara saat ini 4 juta per tahun. Dari segi prosentase menurun, tapi dari segi pertambahan penduduk terus meningkat dan ini mengkhawatirkan.
     Jika pertumbuhan penduduk tidak terkendali, maka akan berdampak kepada pertumbuhan pembangunan nasional. BKKBN telah menyusun langkah-langkah untuk menekan laju pertumbuhan penduduk dengan bantuan berbagai pihak.
     Pastinya masyarakat sepakat menurunkan jumlah laju penduduk agar terjadi keseimbangan. BKKBN juga bekerjasama dan bermitra dengan seluruh komponen baik swasta dan pemerintahan untuk membantu rencana ini.
    Ledakan penduduk ini dipengaruhi oleh tiga hal, di antaranya kelahiran, kematian, dan imigrasi. Target kita untuk 2015 sekitar 2,0 persen untuk laju pertumbuhan penduduk.harapannya, tahun berikutnya pertumbuhan penduduk akan stabil dan bisa merancang pembangunan dengan baik.
    Misalnya saja, BKKBN mulai pertengahan tahun 2012 bekerjasama dengan sejumlah kabupaten/kota menggelar Gerebek Pasar (Gerakan Pemberdayaan Keluarga Pas Sasaran) di lingkungan pasar tradisional.  Gerebek Pasar berbasis pasar tradisional ini dilakukan dalam rangka mensosialisasikan program KB ke kalangan pedagang-pedagang agar mulai mengatur jumlah keturunan untuk mencapai kehidupan lebih sejahtera.
     Dalam Gerebek Pasar ini, BKKBN menyediakan berbagai jenis KB yang disediakan di stand-stand yang telah tersedia, baik KB untuk perempuan maupun laki-laki. Masyarakat tinggal memilih dan tanpa dipungut biaya sedikit pun alias gratis.
     Petugas pelayanan unit KB juga bersiaga untuk membantu pelayanan KB jenis vasektomi dan lainya.  Disekitar panggung acara, terdapat dua unit mobil pelayanan KB yang digunakan untuk melakukan vasektomi bagi kaum pria.
 Sejumlah pemerhati hak-hak perempuan, mengkritisi ajakan petugas KB, kurang memberikan keterangan yang transparan apa manfaat dan risiko pemakaian kontrasepsi. Selain itu, perlunya dorongan agar timbul partisipasi masyarakat. Dengan demikian, KB akan menjadi suatu gerakan dan akhirnya menjadi suatu kebutuhan bagi masyarakat.
    Sementara, mantan Kepala BKKBN, Prof Dr Haryono Suyono, mengatakan dalam melakukan revitalisasi Program KB, hanya melihat dari sisi kontrasepsi saja sehingga perekmbangannya kurang menggembirakan.
    Faktanya, angka kelahiran sekarang ini, mencapai 2,6 anak dan pertumbuhan penduduk pun mencapai 1,6 persen. Oleh karena itu, IPeKB (Ikatan Petugas KB) diminta diajak serta mengembangkan Posdaya untuk mencapai kejayaan program KB di masa lalu.
    "BKKBN seharusnya melaksanakan kegiatan kependudukan secara menyeluruh, tidak hanya melihat dari sisi kontrasepsi," kata Haryono Suyono.
    Ukuran keberhasilan Program KB pun,lanjutnya, jangan hanya dilihat dari kepesertaan pria dalam ber-KB."Tapi apa masih ada penduduk yang belum ber-KB dan sasaran utama tentu generasi muda atau pasangan muda," ujarnya.
    Maka, keberadaan IPeKB dalam Posdaya, sangat menguntungkan Program KB. melalui pendekatan dengan anggota Posdaya, diharapkan capaian program itu berhasil. karena dalam Posdaya sebagai wahana komunikasi, bisa dijadikan ajnagn silaturahmi,membahas berbagai persoalan di lingkungan masyarakat.(kkb2)